Selasa, 27 Februari 2018

Adat Kebiasaan Bali


 Sebuah adat atau kebiasaan setiap daerah tentu berbeda-beda, karena beragamnya suku, ras dan agama yang ada. Membuat Indonesia ini kaya dengan budaya, termasuk juga adat istiadatnya. Begitu juga dengan kebiasaan orang Bali secara umum, memiliki ciri khas tersendiri. Bahkan Bali sendiri yang merupakan pulau kecil, terkadang warga dari salah satu desanya memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu yang tidak dilakukan oleh warga lainnya di Bali. Begitu kuat budaya yang ditanamkan oleh leluhurnya dari generasi ke generasi sampai sekarang ini.
Secara umum masyarakat Bali itu ramah-tamah, apalagi anda atau pendatang yang bisa menghargai dan berperilaku sopan, mereka akan bersikap baik juga, sangat menghargai ke-bhinekaan ataupun plurarisme, tidak banyak aturan adat diberlakukan untuk penduduk pendatang baik itu yang berbeda agama, suku maupun ras, sehingga tidak tidak terjadi gesekan apalagi dengan isu SARA. Tidak banyak kasus kriminal yang terjadi, sehingga orang datang ke Bali merasa aman dan nyaman, apalagi wisatawan yang berencana untuk liburan, budaya ramah warga dan berbagai keindahan yang ditawarkan objek wisata di Bali, yakin akan memberikan pengalaman liburan berharga.

Beberapa Adat Kebiasaan Orang Bali

Masyarakat Bali memiliki beberapa adat kebiasaan, jika anda wisatawan dan sedang dalam perjalanan wisata tour, mungkin ada beberapa hal unik yang anda temukan di sepanjang perjalanan atau dalam kehidupan keseharian orang Bali, diantaranya;
  1. Mesaiban, sebuah ritual yang bertujuan untuk melakukan persembahan kepada Bhuta Kala, ritual kecil ini dilakukan setiap pagi setelah ibu-ibu memasak, sebelum dimulainya acara makan pagi. Kebiasaan yang dilakukan setiap hari ini sebagai wujud terima kasih atas apa yang kita dapat hari ini, dengan memberikan persembahan kepada makhluk ciptaan-Nya, agar Bhuta Kala ini tidak mengganggu aktifitas manusia.
  2. Ngejot, saling memberi (berupa makanan) kepada sesama, memberikan makanan kepada warga lainnya yang tidak melakukan hajatan, karena tidak setiap upacara keagamaan di Bali itu dilakukan bersamaan, seperti upacara keagamaan berkaitan dengan manusia seperti otonan, 3 bulanan, upacara di pura pekarangan ataupun syukuran. Bahkan tradisi ngejot tidak hanya untuk kalangan warga Bali Hindu saja tetapi ngejot juga antara warga Hindu dengan non Hindu sehingga menguatkan ikatan sosial di masyarakat, dan bisa saling mengenal dengan baik, dengan cara ini menguatkan ikatan persaudaraan dengan sesamanya tidak memandang latar belakang ataupun agama.
  3. Pohon besar dibungkus kain, beberapa pohon besar terkadang bagian batang pohon paling bawah dibungkus dengan kain, kalau sudah seperti itu, oleh warga diyakini pohon tersebut ada penghuninya (dari alam lain) dan dikenal angker, biasanya ada sebuah pelinggih untuk tempat persembahan. Sehingga orang yang melintas paham bahwa tidak boleh sembarangan berbuat di areal tersebut, apalagi berkeinginan untuk menebangnya. Makhluk dari alam lain diberlakukan dengan baik, tidak diusir ataupun ditentang keberadaannya tetapi tetap juga diberikan upah agar tidak mengganggu manusia. Sisi lainnya sebagai ucapan syukur kepada Tuhan dan berterima kasih telah membantu kelangsungan hidup manusia melalui pohon yang telah menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh manusia secara gratis.
  4. Memenjor atau memasang penjor, keberadaan penjor ini sangat terkenal di Bali selain sebagai hiasan ataupun dekorasi juga yang terpenting adalah bermakna sakral untuk keperluan kegiatan keagamaan, menyimbulkan Gunung yang memberikan kesejahteraan dan keselamatan dan simbul dari Naga Basukih yang juga sebagai lambang kemakmuran. Pada saat hari Raya Galungan di sepanjang jalan-jalan di Bali anda akan temukan penjor ini berderet dengan indahnya. Termasuk juga saat piodalan (upacara keagamaan) di sebuah pura, maka sepanjang jalan menuju pura tersebut akan dipasangi penjor.
  5. Melasti, merupakan sebuah upacara keagamaan dengan prosesi berjalan beriringan baik itu dengan berjalan kaki ataupun dengan kendaraan bermotor, membawa dan mengusung segala bentuk benda-benda sakral pada sebuah pura untuk menuju sumber air, seperti ke laut ataupun mata air, dan upacara Ngaben ini diikuti oleh banyak orang bahkan bisa sampai ribuan. Dan jika kebetulan ketemu rombongan dalam prosesi ini, bersabarlah karena mungkin ada kemacetan, biasanya pecalang (polisi adat) dan juga polisi dari resor setempat dilibatkan dalam pengaturan lalu lintas.
  6. Canang Sari, merupakan perlengkapan upacara keagamaan paling penting dan utama di Bali, fungsinya tentu untuk persembahan baik itu di pura, di rumah, di jalan bahkan di berbagai tempat yang dikeramatkan atau yang menjadi tujuan tertentu warga.  Mungkin sering anda menemukan canang sari yang dipersembahkan di jalan (sepanjang trotoar) di pintu masuk rumah ataupun toko. Kebiasaan orang Bali akan persembahan tersebut tentu untuk makhluk-makhluk dari alam lain (Bhuta Kala) agar lingkungan tetap aman, nyaman dan tidak diganggu.
  7. Sebutan kata “Bli”, bagi orang Bali sebutan kata Bli ini  berarti kakak, sebutan tersebut tentu pada orang yang sudah kita kenal dengan baik dan mempunyai maksud agar sapaan lebih akrab dan bersahabat, terutama sebutan kepada orang laki-laki yang umurnya lebih tua dari kita, kecuali jika sudah tahu hubungan kekerabatannya seperti paman. Jika anda belum kenal perlu juga diketahui di Bali mengenal adanya Kasta seperti embel-embel nama Ida Bagus, Anak Agung, Cokorde ataupun Gusti yang bahasa komunikasinya berbeda. Walaupun mereka tidak tersinggung dengan sebutan “Bli” alangkah baiknya tidak menyebut kata Bli ke mereka.
  8. Karma Phala, orang Bali sangat yakin adanya hukum Karma Phala. Setiap perbuatan baik maka pahalanya akan baik juga, begitu juga dengan setiap perbuatan buruk maka keburukan akan didapatkan. Dan diyakini hasil perbuatan atau pahala itu bisa dinikmati sekarang juga, kemudian hari, di akhirat bahkan pada kehidupan mendatang (saat reinkarnasi) itu sebabnya tidak semua bernasib baik pada kehidupan ini, karena diyakini karena hasil dari buah perbuatan pada kehidupan sebelumnya. Begitu besarnya imbas dari perbuatan manusia, sehingga orang-orang diharapkan bisa berbuat lebih baik. Dan memang terbukti tingkat kejahatan ataupun kriminal lebih rendah dari pada tempat lainnya.
  9. Sopan santun, kebiasaan orang Bali yang sopan santun ditunjukkan juga kepada orang yang lebih tua termasuk pada kasta yang lebih tinggi, dengan tingkat bahasa Bali lebih halus. Bagi orang Bali tidak sopan menunjuk dengan tangan kiri, lebih-lebih menunjuk menggunakan kaki, karena bisa saja lawan bicara tersinggung, apalagi belum dikenal. Kalau memang itu harus dilakukan karena tangan kanan anda masih sibuk, bilanglah kata maaf terlebih dahulu, orang Bali bilangnya “tabik”. Turunlah dari kendaraan anda dan buka helm (kalau sepeda motor) jika anda ingin bertanya sesuatu pada orang yang tak anda kenal di jalanan.
  10. Nyepi adat, selain hari Raya Nyepi secara keseluruhan di Bali, beberapa desa pakraman yang ada di Bali mempunyai kebiasaan ataupun tradisi Nyepi Adat, jadi untuk semua wilayah desa tersebut sepi, tidak ada aktivitas, tidak boleh keluar rumah ataupun bepergian, mati lampu dan tidak boleh melakukan kegaduhan. Namun jalan desa untuk umum tidak ditutup, pengguna jalan masih bebas lalu lalang, sehingga jangan heran sebuah desa terlihat sepi tanpa aktivitas.
  11. Pakaian adat, menggunakan pakaian berbeda saat ada upacara atau kegiatan adat, seperti saat upacara pernikahan, Ngaben, persembahyangan ataupun pertemuan di balai Banjar. Orang Hindu Bali dipastikan menggunakan pakaian tersebut untuk kebutuhan-kebutuhan keagamaan, tetapi orang non Hindu bisa berpakaian bebas dan sopan, kecuali untuk berkunjung ke sebuah pura, wajib mengenakan pakaian adat termasuk juga wisatawan asing, kain dan selendang sebagai pakaian adat ringan biasanya bisa disewa di tempat-tempat objek wisata.
Di atas adalah informasi umum berbagai adat kebiasaan orang Bali yang mungkin anda temukan, namun demikian tidak menutup kemungkinan, jika anda menemukan sesuatu yang berbeda di sepanjang perjalanan.

Kesenian dan Kebudayaan Bali




Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang beribukotakan Denpasar. Bali merupakan pulau yang dikenal dengan sebuatan pulau dewata. Dan merupakan salah satu pulau yang meruapakan surga wisata yang memiliki daya tarik berwisata baik untuk wisatawan asing maupun wisatawan lokal karena daerahnya memiliki keindahan yang sangat menarik bagi para wisatawan. Masyarakat pulau ini sebagian besar memeluk agama Hindu. Tidak hanya keindahan daerahnya saja yang menarik bawa wisatawan namun juga keaneka ragaman kesenian serta kebudayaan yang ada di Bali pun menarik untuk dikenal lebih jauh oleh para wisatawan.
Bali memang selalu memberikan pesonanya serta memiliki kesenian dan kebudayaan yang beraneka ragam. Kali ini saya akan mencoba untuk menjelaskan beberapa kesenian serta kebudayaan yang ada di Bali

Kebudayaan Bali
Kesenian dan kebudayaan yang ada di Bali menjadikan bali mempunya daya tarik yang kuat bagi para wisatawan yang datang ke daerah tersebut. Beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Bali.
  1. Pakaian adat Bali
Bali memiliki banyak macan atau varian dari pakaian adatnya. Untuk perempuan yang masih remaja menggunakan sanggul gonjer, sedangkan perempuan atau wanita dewasa menggunakan sanggul tagel, kemudian menggunakan sesentang atau kemben songket, Kain wastra, Sabuk prada (stagen) untuk membelit pinggul dan dada, Selendang songket bahu ke bawah, Kain tapih atau sinjang, di sebelah dalam, Beragam ornamen perhiasan, Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki sebagai pelengkap. Untuk pria menggunakan ikat kepala atau udeg lalu menggunakan selendang pengikat atau umpal, kain kampuh, kain wastra, keris, sabuk, kemeja atau jas, serta ornament yang digunakan untuk menghiasi penampilan sang pria
2. Rumah adat Bali
Rumah adat Bali harus sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali ajaran terdapat pada kitab suci Weda yang mengatur soal tata letak sebuah bangunan yang hampir mirip dengan ilmu Feng Shui dalam ajaran Budaya China. Rumah adat Bali harus memenuhi aspek pawongan (manusia / penghuni rumah), pelemahan (lokasi / lingkungan) dan yang terahir parahyangan.
Pada umumnya rumah Bali di penuhi dengan pernak-pernik hiasan, ukiran serta warna yang alami lalu patung-patung symbol ritual. Bangunan Rumah Adat Bali terpisah-pisah manjadi banyak bangunan-bangunan kecil - kecil dalam satu area yang disatukan oleh pagar yang mengelilinginya. Seiring perkembangan jaman mulai ada perubahan pada bangunan dimana bangunannya  tidak lagi terpisah-pisah.
3. Tari Bali
Bali memiliki berbagai macam jenis tarian daerah yang berasal dari daerah ini diantaranya :
Tari Pendet
Tari Pendet ini ditarikan sebagai tari selamat datang untuk menyambut kedatangan para tamu dan undangan dengan menaburkan bunga, dan ekspresi penarinya penuh dengan senyuman manis. Pada awalnya tarian ini digunakan pada acara ibadah di pura sebagai bentuk penyambutan terhadap dewa yang turun ke dunia.

Tari Panji Semirang
Tarian ini di mainkan oleh perempuan. Tari Panji Semirang adalah tarian yang menggambarkan seorang putri raja bernama Galuh Candrakirana, yang menyamar menjadi seorang laki-laki setelah kehilangan suaminya. Dalam pengembaraannya ia mengganti namanya menjadi Raden Panji.

Tari Condong
Tarian ini merupakan tarian yang cukup sulit untuk diragakan dan tarian ini memiliki durasi panjang. Tarian ini adalah darian klasik Bali yang memiliki gerakan yang sangat kompleks dan menggambarkan seorang abdi Raja

Tari Kecak
Tarian ini merupakan tarian yang sangat terkenal dari daerah Bali. Tarian ini dimainkan oleh puluhan laki-laki yang duduk bari melingkar. Tarian ini menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.
4. Alat Musik Daerah
Bali memiliki alat musik tradisional yang khas dari daerah ini, alat musik ini merupakan alat musik peninggalan turun menurun leluhur mereka, dan berikut beberapa alat musik tradisional Bali :
Gamelan Bali
Sama seperti daerah lain di Indonesia yang memiliki alat musik gmelan, Bali pun memiliki alat musik gamelan. Namun gamelan Bali ini memiliki perbedaan dengan gamelan daerah lain salah satunya yaitu ritme yang dimainkan pada gamelan Bali berjenis ritme yang cepat.

Rindik
Rindik merupakan alat musik khas Bali yang terbuat dari bambu yang bernada selendro. Alat musik ini dimainkan oleh 2 sampai 4 orang, 2 orang menabuh rindik sisanya meniup seruling. Alat musik ini digunakan untuk pementasan tarian jogged bumbung dan untuk acara pernikahan.
5. Adat Kebudayaan Bali
Masyarakat Bali terdiri dari masyarakat yang beraga Hindu namun semua itu tidak berpengaruh terhadap masyarakat lain yang tinggal di Bali namun tidak memeluk agama Hindu. Berikut beberapa upacara yang biasa di lakukan oleh masyarakat bali :
Pernikahan
Untuk acara pernikahan ada beberapa upacara adat yang harus dilewati diantaranya :

Upacara ngekeb : Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan calon pengantin wanita dari kehidupan remaja menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga memohon doa restu kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bersedia menurunkan kebahagiaan kepada pasangan ini serta nantinya mereka diberikan anugerah berupa keturunan yang baik
Mungkah Lawang (Buka Pintu) : Adat ini adalah adat mengetuk pintu pengantin wanita sebanyak tiga kali, sebagai bentuk bahwa pengantin pria telah datang untuk menjemput pengantin wanita dan memohon agar segera dibukakan pintu
Madengen dengan : Upacara ini bertujuan untuk membersihkan diri atau mensucikan kedua pengantin dari energi negatif dalam diri keduanya. Upacara dipimpin oleh seorang pemangku adat atau Balian
Mewidhi Widana Acara ini merupakan acara penyempurnaan pernikahan adat bali untuk meningkatkan pembersihan diri pengantin yang telah dilakukan pada acara sebelumnya. Lalu keduanya menuju merajan yaitu tempat pemujaan untuk berdoa mohon izin dan restu Yang Kuasa.
Mejauman Ngabe Tipat Bantal : Setelah beberapa hari menikah, baru upacara ini dilaksanakan. Acara ini dilakukan untuk memohon pamit kepada kedua orang tua serta sanak keluarga pengantin wanita, terutama kepada para leluhur, bahwa mulai saat itu pengantin wanita telah sah menjadi bagian dalam keluarga besar suaminya
Upacara Potong gigi
Upacara potong gigi ini wajib dilakukan oleh laki-laki dan wanita yang beranjak dewasa yang di tandai datangnya menstruasi untuk wanita dan membesarnya suara untuk laki-laki. Potong gigi bukan berarti gigi dipotong hingga habis, melainkan hanya merapikan atau mengikir enam gigi pada rahang atas, yaitu empat gigi seri dan dua taring kiri dan kanan yang dipercaya untuk menghilangkan enam sifat buruk yang melekat pada diri seseorang, yaitu kama (hawa nafsu), loba (tamak), krodha (amarah), mada (mabuk), moha (bingung), dan matsarya (iri hati atau dengki).

Upacara Kematian
Masyarakat Bali selalu mengadakan upacara kematian di saat ada seseorang atau kerabat yang meninggal dunia. Upacara kematian ini dikenal dengan nama upacara ngaben. Upacara ini yaitu upacara pembakaran bagi orang yang sudah meninggal. Pada intinya upacara ini untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu, Sabda, Idep, dan setelah meninggal Bayu, Sabda, Idep itu dikembalikan ke Brahma, Wisnu, Siwa selaku Dewa yang dipercaya oleh masyarakat atau umat hindu khususnya masyarakat hindu Bali


6. Kerajinan Khas Bali
Bali memiliki kerajinan tangan yang dibuat oleh masyarakat kerajinan tangan tersebut ada mulai kerajinan tangan membuat tas anyaman, ukiran bali berupa pajangan ataupun untuk pintu, kerajinan tangan yang terbuat dari perak maupun kaca, topeng kayu asal Bali, pernak pernik accessories Bali dan masih banyak lagi.

Diatas sudah dijelaskan beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Bali. Sebenarnya maish banyak kesenian dan kebudayaan yang ada di daerah ini. Untuk mengetahui lebih lengakapnya, semua itu bisa di cari dengan cara membrowsernya di media internet yang sudah marak dimana-mana. Bali memiliki sebuatan pulau dewata, dan Bali pun merupakan pulau yang banyak dikunjungi oleh wisatawan manca Negara karena keindahannya. Sebagai mahasiswa dan warga Negara yang baik kita wajib menjaga dan melestarian kesenian yang ada di Indonesia khususnya kesenian yang ada di Bali agar tidak punah di makan oleh jaman dan oleh kemajuan kehidupan yang modern. Karena banyaknya warga asing yang datang ke pulau ini diharapkan kebudayaan asal daerah ini tidak tercampur oleh kebudayaan asing yang modern, karena kebudayaan Bali merupakan kebudayaan dari leluhur yang harus di jaga dan di rawat agar tidak punah.


Sumber
http://khantydwi.blogspot.co.id/2013/06/kesenian-dan-kebudayaan-bali.html

Panorama Keindahan Alam yang Mempesona di Nusa Penida, Bali


Image result for nusa penida baliBali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang menjadi primadona pariwisata yang sudah cukup terkenal hingga ke seluruh dunia. Berbagai destinasi wisata bisa ditemukan di pulau yang terletak di sebelah timur Pulau Jawa ini, mulai dari wisata alam, wisata belanja, wisata kuliner, wisata budaya, wisata sejarah, dan lain sebagainya. Namun, obyek wisata yang paling terkenal di Pulau Bali adalah destinasi wisata pantainya. Pernahkah kamu mendengar Nusa Penida, Bali? Rasanya sudah tak asing lagi dengan lokasi wisata yang satu ini. Nusa Penida adalah sebuah kawasan wisata di Bali yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal hingga wisatawan mancanegara. Bahkan banyak wisatawan dari luar negeri yang selalu ingin kembali lagi ke Nusa Penida jika singgah ke Bali.  Nusa Penida merupakan nama sebuah pulau yang tepatnya ada di bagian tenggara dari Pulau Bali. Nusa Penida dan Bali hanya dipisahkan oleh sebuah selat bernama Selat Badung.
Nusa Penida menyuguhkan panorama keindahan yang mempesona seperti pantai yang tenang dan berpasir putih dan terdapat bukit yang indah hingga tebing karang di tepian laut serta gua kapur. Dari sekian banyaknya lokasi wisata di Nusa Penida, salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi adalah Pulau Seribu yang terletak di Banjar Pelilit, Desa Tanglad, Kecamatan Nusa Penida. Lokasinya berada tepat di sebelah Pantai Atuh yang belakangan ini sedang populer karena keindahannya.
Image result for nusa penida bali
Pulau Seribu merupakan sebuah bukit yang letaknya berada di atas laut dan memiliki pemandangan alam yang luar biasa. Terlihat susunan bebatuan dan tebing – tebing seperti benteng yang melindungi bukit. Nah, untuk kamu yang ingin berkunjung kesini maka kamu bisa melakukan perjalanan dari Pelabuhan Buyuk selama 1 jam. Sesampainya disana, kamu harus melanjutkan perjalanan dengan trekking sekitar 15 menit dari tempat parkir. Harus berhati – hati ketika melakukan trekking karena kamu harus melewati jalan setapak dan menuruni bukit yang sedikit terjal.
Image result for nusa penida bali
Namun tak perlu khawatir, disana juga di bangun sebuah tangga sederhana terbuat dari tanah dan batu kapur yang dibuat oleh warga setempat. Jika ada tanah yang licin dan rawan longsor maka akan ditambahkan dengan kayu sebagai penyangga. Meskipun tangga tersebut dibuat sangat sederhana, diharapkan kamu dan para pengunjung lainnya tetap berhati – hati. Terdapat tali tambang yang melintang di sepanjang jalan dan berfungsi sebagai pegangan para pengunjung agar saat di perjalanan tidak terpeleset. Namun kamu tak perlu khawatir karena sesampainya di lokasi, kamu akan melihat panorama keindahan yang sangat memukau berupa pantai dengan jejeran pulau – pulau kecil di tengah samudra.
Selain itu juga, terdapat tebing – tebing tinggi yang menjulang ke atas jurang dan perbukitan. Di pinggir bukit terdapat pembatas yang terbuat dari kayu. Di bagian ujung bukit terdapat fasilitas untuk melakukan istirahat berupa wantilan kecil yang dilengkapi dengan padmasana yang berfungsi untuk persembahyangan. Menurut wisatawan setempat, Komang Wangi Cahyani yang akrab disapa Mangut, pemandangan di Pulau Seribu hampir mirip dengan pemandangan di Raja Ampat, Papua. “Saya berkunjung di sini, saya ngerasa berada di Raja Ampat. Tidak rugi saya jauh-jauh datang ke sini, meskipun kaki pegal akibat nurunin bukit yang tadi itu. Pemandangannya sangat indah, pokoknya alam Nusa Penida is the best,” ungkap Mangut sembari mengacungkan kedua jempolnya.
Sumber
https://limakaki.com/nusa-penida.html

Sejarah Bali


Sejarah Pulau Bali Lengkap 1

Pulau Bali kuno telah dihuni oleh bangsa Austronesia sekitar tahun 2000 sebelum Masehi yang bermigrasi dan berasal dari Taiwan melalui Maritime Asia Tenggara. Budaya dan bahasa dari orang Bali demikian erat kaitannya dengan orang-orang dari kepulauan Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Oseania. Penemuan purbakala seperti Alat-alat batu yang berasal zaman Austronesia telah ditemukan di dekat desa Cekik di sebelah barat pulau Bali.
Masa Bali kuno, terdapat sembilan sekte Hindu yaitu Pasupata, Bhairawa, Siwa Shidanta, Waisnawa, Bodha, Brahma, Resi, Sora dan Ganapatya. Setiap sekte menghormati dewa tertentu sebagai Ketuhanan pribadinya.
Informasi Umum Tentang Bali
Maha Rsi Markandeya Abad ke 8 Masehi
Budaya Bali sangat dipengaruhi oleh budaya India, Cina, dan khususnya Hindu, mulai sekitar abad 1 Masehi. Nama Bali Dwipa (“pulau Bali”) telah ditemukan dari berbagai prasasti, termasuk pilar prasasti Blanjong yang ditulis oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 914 Masehi yang menyebutkan “Walidwipa”.
Pada masa itu sistem irigasi Subak yang kompleks sudah dikembangkan untuk menanam padi. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya masih ada sampai saat ini dan dapat ditelusuri kembali saat anda ke bali (Informasi Umum Tentang Bali).
Kerajaan Hindu Majapahit (1293-1520 Masehi) di Jawa Timur mendirikan sebuah koloni di Bali pada tahun 1343. Pada abad ke-15 Masehi, ketika kerajaan Majapahit dikalahkan oleh kekuatan kerajaan Islam Demak, ada eksodus besar-besaran orang Jawa-Hindu dari intelektual, seniman, pendeta, dan musisi dari pulau Jawa ke pulau Bali.

Keyakinan Hidup Orang Bali

Keyakinan orang Bali Kuno seperti yang di jelaskan diatas, terdapat sembilan sekte Hindu yaitu Pasupata, Bhairawa, Siwa Shidanta, Waisnawa, Bodha, Brahma, Resi, Sora dan Ganapatya. Setiap sekte menghormati dewa tertentu sebagai Ketuhanan pribadinya.
Keyakinan orang bali saat ini merupakan fenomena kompleks yang dilandasi berbagai aspek; Hindu, Siwa, Buda dan berpadu dengan tradisi leluhur. Oleh karena itu penyembahan roh-roh halus, nenek-moyang, dan unsur-unsur alam digabungkan dengan ajaran Hindu.
Dalam beberapa kasus upacara adat dan ritual keagamaan terdapat perbedaan dari satu wilayah dengan wilayah lainnya. Sebagian besar orang bali, hampir 95 %, beragama Hindu, walaupun Hindu yang berbentuk sinkretis; Hindu-Bali atau kadang disebut juga Hindu Dharma.
Upacara Keagamaan di Bali
Dalam Informasi Umum Tentang Bali Salah satu upacara penting di Bali adalah pengabuan. Selama upacara ini berlangsung, gamelan, tarian, dan sesajen menyertai arak-arakan dengan sebuah “menara yang dihias” diarak dari rumah duka ke tempat pengabuan.
Kosmologi dan simbolisasi gunung dalam arsitektur Bali dapat dilihat pada bentuk dan struktur arsitektur Candi atau karakteristik gerbang yang dibuat menyerupai menara ada yang berlekuk menyerupai dua bagian piramida yang terpisah dan menggambarkan dua bagian gunung, satu bagian gunung Agung dan lainnya perwujudan gunung Batur.
Upacara Ke Agama-an Hindu Bali
Simbol umum lainnya adalah meru; puluhan bahkan ratusan bangunan yang seperti pagoda itu berdiri di tempat-tempat suci, dan di pelataran candi.
Bangunan didirikan pada lapisan batu yang memiliki serangkaian bentuk atap menyerupai tumpang piramida itu ditutup oleh daun palem hitam. Jumlah sebelas, jumlah yang ditetapkan atas dasar keyakinan terkait dengan tatanan alam semesta.
Keyakinan, upacara, dan perayaan telah membimbing kehidupan orang Bali dari sejak dilahirkan hingga membentuk paduan yang mencerminkan karakter budaya masyarakatnya.
Peraturan agama tidak hanya mengikat bentuk candi dan pura, tapi juga mengatur tata ruang desa, struktur rumah, dan sederet hak dan tanggung jawab dalam kehidupan mereka di Bumi ini; dari makan sampai menjelang tidur, dari berjalan hingga bertutur.

Sumber
https://www.gotravelaindonesia.com/informasi-umum-tentang-bali/
http://maritimtours.com/sejarah-pulau-bali.html

Lima Pantai Bali yang Terkenal Akan Keindahan Alamnya yang Mempesona

Image result for pulau bali
Pulau Bali memang sangat terkenal akan keindahan alamnya yang sangat mempesona terutama pada destinasi wisata pantainya. Maka tak heran jika banyak wisatawan lokal hingga wisatawan mancanegara menghabiskan liburannya di Pulau Bali. Biasanya mereka yang berlibur di Bali ingin melakukan berbagai aktivitas di pantainya seperti berjemur, berselancar, belanja atau hanya bersantai – santai saja sambil menikmati keindahan alam yang disuguhkan. Banyak sekali pantai di Bali yang bisa kamu kunjungi, jadi tak perlu bingung jika berkunjung ke Bali. Nah, berikut ada beberapa pantai di Bali yang bisa kamu kunjungi untuk menghabiskan waktu berlibur kamu. Diantaranya adalah:
1. Pantai Nyang Nyang
Pantai Nyang  Nyang merupakan salah satu pantai yang ada di Bali Selatan yang lokasinya sangat tersembunyi. Meskipun keberadaan nya tersembunyi, pantai ini menawarkan keindahan alam yang sangat mempesona dengan pasir pantai yang sangat landai. Akses jalan menuju lokasinya pun terbilang cukup menguras tenaga pasalnya kamu akan merasakan bagaimana ketika hiking ke gunung. Hal tersebut dikarenakan jalan untuk menuju akses ke Pantai Nyang Nyang belum cukup memadai. Jalannya berupa batu kapur dan sangat sulit dilalui oleh kendaraan pribadi. Namun sesampainya di lokasi maka kamu akan disuguhkan dengan keindahan alam yang sangat memukau berupa pasir berwarna putih dengan butiran pasir yang sedikit kasar serta air laut yang berwarna biru. Lokasi ini sangat cocok untuk kamu yang menginginkan ketenangan dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
2. Pantai Balangan















Pantai lainnya yang bisa kamu kunjungi adalah Pantai Balangan  yang memiliki garis pantai sekitar 1 km menghadap ke arah utara. Meskipun pantai ini tak setenar Pantai Dreamland, Pantai Jimbaran, dan Pantai Pandawa namun panorama keindahan yang ditawarkan tak kalah indahnya dengan pantai – pantai lainnya yang terkenal di Bali. Lokasi nya tidak terlalu sulit untuk dijangkau yaitu berada di Bukit Unggasan. Keindahan alam yang di tawarkan sungguh sangat mempesona berupa pasir pantai yang halus dan membuat nyaman ketika kamu hanya ingin bermain atau bersantai di pinggir pantai. Untuk kamu yang memiliki hobi berselancar, nampaknya pantai ini sangat pas untuk menyalurkan hobi kamu tersebut karena di sini ombak nya cukup dahsyat dan pastinya akan membuat para peselancar betah untuk berlama – lama mengayunkan papan seluncur di pantai ini. Dari pantai juga kamu bisa melihat  dengan jelas aktivitas pesawat take off dan landing di Bandara Internasional Ngurah Rai.

3. Pantai Tegalwangi
Pantai Tegal Wangi di Jimbaran nampaknya masih sangat sepi wisatawan. Meskipun pantai ini masih jarang diminati oleh para wisatawan, namun pantai ini memiliki keunggulan tersendiri dari pantai – pantai lainnya yang ada di Pulau Bali. Salah satu keunggulannya adalah, wisatawan yang datang ke pantai ini akan disuguhkan dengan pemandangan tebing – tebing tinggi seperti di Pantai Dreamland. Tak hanya tebing – tebing saja, namun ada lagi keindahan lainnya yaitu di sekitar pantainya di penuhi degan berbagai pepohonan berwarna hijau yang menambah nilai keindahannya. Selain itu juga kamu dapat melihat deburan ombak pantai yang sangat cantik dengan air yang berwarna biru kehijauan dengan dihiasi pasir putihnya yang membuat suasana di pantai ini semakin nyaman untuk di kunjungi. Lokasi Pantai Tegal Wangi bisa dikatakan sebagai kategori pantai yang tersembunyi di Pulau Dewata Bali.

4. Pantai Seminyak

















Pantai Seminyak terletak di sebelah utara tempat wisata Pantai Kuta Bali dan menjadi salah satu tempat wisata favorit di Bali yang menawarkan suasana yang tak kalah bagusnya dengan Pantai Kuta Bali. Di pantai ini sering sekali di adakan event berselancar nasional dan internasional. Selain berselancar, berbagai aktivitas lainnya yang bisa kamu lakukan di Pantai Seminyak adalah berfoto, bersantai, berenang, dan lain sebagainya. Untuk bisa sampai ke sini tidak lah terlalu sulit karena bisa di akses menggunakan kendaraan pribadi seperti motor, mobil, atau berjalan kaki. Saat sore tiba, kamu bisa melihat matahari terbenam yang sangat indah dari kawasan wisata Pantai Seminyak Bali.

5. Pantai Suluban ( Blue Point Beach)

Pantai Suluban atau Blue Point Beach terletak di Uluwatu, area selatan Bali atau lebih tepatnya berada di Desa Pecatu. Pantai ini memiliki keindahan alam yang sangat unik dan membuat banyak wisatawan betah berlama – lama ketika berkunjung ke sini. Bahkan banyak juga peselancar yang datang kesini karena ombaknya yang sangat bagus untuk bermain selancar. Keindahan yang dimiliki oleh Blue Point Beach ini terletak pada susunan karang – karang besar yang terbentuk pada bagian bawahnya sehingga ketika kamu ingin berjalan menuju bibir pantai maka kamu harus melewati anak tangga ke bagian bawah karangnya lalu kemudian berjalan diantara himpitn karang besar yang membuatnya seperti lorong – lorong yang sangat mengagumkan.

Adat Kebiasaan Bali

  Sebuah adat atau kebiasaan setiap daerah tentu berbeda-beda, karena beragamnya suku, ras dan agama yang ada. Membuat Indonesia ini kaya ...